WELCOME WITH US

Komunitas Instant Page, [04.05.21 20:11]
ASSALAMUALAIKUM SELAMAT DATANG SAHABAT SUKSES SALAM INDONESIA SEHAT DARI KAMI AMARTHA GROUPS
goparipung Amartha, [04.05.21 20:12] Sricpt HTML Iki

13 Jul 2014

Riveer front by kedi tepi tukad

KONSEP RIVER FRONT TUKAD BADUNG

Water front atau River front merupakan bentuk desain penataan dan pemanfaatan sempadan atau bantaran sungai. Bentuk desain water front antara lain pekerjaan perlindungan tebing sungai (river wall) dan pekerjaan haluan pejalan kaki (river walk). Water front dapat dikembangkan sebagai kawasan komersial, hiburan dan wisata. Dengan kondisi air yang memiliki kualitas air baik, tidak berbau dan jernih. Dengan adanya konsep water front sebagai kawasan komersial maka dapat menambah pendapatan daerah tersebut. Tematik pada water front adalah :
1.  Penataan kawasan pedestrian
2.  Kawasan pengembangan seni dan budaya
3.  Kawasan barang dagang dan jasa
4.  Kawasan hiburan dan wisata
5.  Sarana olahraga
Konsep water front yang harus dijaga dan dikendalikan adalah :
1.  Kualitas air yang melewati kawasan tersebut
2.  Tinggi muka air banjir harus terkendali

3.  Tingkat sedimen harus terkendali


Konsep diatas  sebenarnya sudah bukanlah konsep yang baru, namun juga kita
terkadang tidak pernah terpikirkan menerapkan konsep ini sebagai konsep yang dapat diutamakan dalam penataan kawasan Kota dan Sempadan Sungai.
Namun di Tukad Badung ini, yaitu di jl Imam Bonjol 
link -->   http://www.panoramio.com/user/8339395gira
Bapak Agung Ngurah dan Anaknya Bapak Agung Manik secara swadaya menata dan selalu membersihkan aliran sungai ini dari pencemaran sampah.
Di pinggiran sungai Tukad Badung didirikan Kedai yang diberi nama Kedai Tepi Tukad, dengan tujuan untuk mengajak masyarakat untuk ikut merasa memiliki sungai Tukad Badung ini, sehingga masyarakat memiliki kepedulian atas kelestarian sungai.
Jika temen temen melakukan wisata atau studi dan kegiatan lainnya, cobalah untuk singgah ke Kedai Tukad Badung, selain sajian yang lezat namun juga pemandangan yang sangat bagus sehingga kita memiliki ide ide yang dapat dikembangkan untuk konsep penataan kawasan sempadan sungai di lokasi anda.



15 Mar 2014

Inbis amartha with Athicobita

Makramen kerajinan menguntai benang dengan berbagai motif yang menghasilkan pernak pernik asesoris yang dapat dinikmati para penikmat kerajinan berupa gelang tangan bandana kalung ataupun untuk tirai tirai hiasan kamar anda.
Makramen ini karya team amartha bidang inbis yang kami namakan Athichobita.

Harga sangat terjangkau antara 15000 hingga 25000.

12 Feb 2014

MAKE POLYGON THIESSON WITH ARCVIEW

MAKE POLYGON THIESSON WITH ARCVIEW

Berikut ini adalah cara cepat untuk temen temen saat membutuhkan luasan Polygon Thiesson untuk analisa hidrologi yang akan dilakukan. Cara ini menggunakan aplikasi Arcview yang tentunya temen temen pasti harus memiliki atau mempersiapkan dan membuat peta shp.

5 Feb 2014

CONSTRUCTED WETLAND



CONSTRUCTED WETLAND

Lahan basah buatan (constructed wetland) adalah sebuah daerah yang dirancang dan dibuat oleh manusia, yang terdiri dari substrat-substrat jenuh, vegetasi yang timbul maupun tenggelam, kehidupan satwa, dan air, yang menyerupai lahan basah alami (natural wetland) untuk dipergunakan dan dimanfaatkan bagi kepentingan manusia (Hammer D.A., 1989). 

15 Jan 2014

EDIT CROSS LONG TOPOGRAFI

EDIT CROSS LONG TOPOGRAFI

Berikut ini sediikit ingin berbagi tentang aplikasi penggunaan LAND DEVELOPTMENT CAD, saat kita ingin melakukan penggambaran peta cros atau long section pada satu gambar Peta Plan Topografi. 
Satu Misal Aplikasinya adalah :
1.       Pembangunan data Cros dan long Section sungai Sebagai Kebutuhan Data Input Pemodelan HEC RAS    ketika studi kita hanya memiliki data Plan Topografi Sungai,
2.       Penggambaran profil tebing dari peta Plan Topografi guna perencanaan bentuk struktur perkuatan tebing dan analisa penggambaran untuk stabilitas keamanan tebing
3.       Dan lain lain seputar profil long dan Cros dari peta plan topografi

10 Nov 2013

PERHITUNGAN LS FACTOR USLEMENGGUNAKAN FORMAT GRID DEM

LS factor untuk perhitungan besar erosi menggunakan persamaan USLE atau persamaan modifikasi lainnya, adalah cukup sulit untuk dihitung secara manual.Berikut ini adalah cara mendapatkan nilai LS secara mudah dan cepat menggunakan basik data GIS format dem :
Faktor panjang lereng (L) yaitu nisbah antara besarnya erosi dari tanah dengan suatupanjang lereng tertentu terhadap erosi dari  tanah dengan panjang lereng 72,6 kaki (22.13 m) di bawah keadaan yang identik. Sedangkan faktor kecuraman lereng,(S) yaitu nisbah antara besarnya erosi yang terjadi dari suatu tanah kecuraman lereng tertentu, terhadap besarnya erosi dari tanah dengan lereng 9% di bawah keadaan yang identik.Perhitungan parameter LS kemiringan lereng masing-masing lahan sub DAS  adalah menggunakan pemanfaatan SIG dengan perhitungan berbasis pixel/Grid.Tahapan perhitungan factor LS menggunakan methode pixel/grid adalah sebagai berikut :1. Pembuatan  file Kontur Dem dengan resolusi 30 x 30 pixel, nama file : DEM 

2. Eksekusi extension Arcview perhitungan Flow direction Dem 
3.Eksekusi extension Arcview perhitungan Flow accumulation 
4.    sekusi extension Arcview perhitungan Slope lahan 
5. Perhitungan LS menggunakan Map Calculator dengan persamaan :
(([flowacc] * resolution/22.13).Pow(0.6))*(((([slope]*0.01745).Sin)/0.09).Pow(1.3))*1.6
MAP CALCULATOR --> Adalah Hasil untuk perhitungan LS Map format DEM/GRID Nilai LS --> untuk anda yang perhitungan USLE menggunakan format Spatial maka konvert peta dem LS menjadi format Spatial atau clip Grid By Polygon --> Average Value 
Trimakasih semoga membantu  

17 Jun 2013

mengapa memilih kineros

MENGAPA ANDA MEMILIH KINEROS

KINEROS adalah singkatan dari Kinematic Runof and Erosion Model, Pemodelsn GIS Model untuk Hidrologi khususnya untuk menghitung Respon Hidrologi dari serangkaian sistem di lahan dengan hasil seliput dengan judul dari KINEROS.urnya)

KINEROS Berdiri pada Extension utama pada Arcview yang di namakan AGWA : Automatic Geospatial Watersheed Assisment. Untuk penginstalannya anda dapat mencari user manual programnya langsung dari AGWA web.

Namun secara singkat disini kami ingin berbagi pendapat dan pengalaman tentang AGWA KINEROS ini..
KINEROS DIPILIH KARENA :
1. Luasan Wilayah studi Kecil 
2. Untuk pengaruh Hujan cukup diwakili 1 stasiun Hujan
3. Jika Terdapat Stasiun Lebih Dari Satu Bisa Menggunakan data rerata daerah dari stasiun stasiun yang dipakai
4. Hasil Analisa yang ingin dihasilkan adalah HRU( Hydrologi respon Unit) Akibat kejadian probabilitas kala ulang hujan yang diinginkan

Kesulitan Yang biasa di temui :debit dan infiltras
1. Pembuatan data bAse Tabel dan peta khususnya --> Peta Tataguna lahan, Peta Jenis Tanah
2. Kesulitan Kalibrasi dengan data lapangan Kalibrasi

Semoga menjadi baha Penyemangat Temen temen semua utuk mencari yag lebih seigku denga app software ini

28 Mar 2013

MONITORRING OF ORGANIC POLLUTANTS IN STREAMS AND A RESERVOIR


MONITORRING OF ORGANIC POLLUTANTS IN  STREAMS AND A RESERVOIR
(case study in Selorejo Dam, Malang ,Jawa Timur, Indonesia)
BAMBANG PARI PURWANTO
Brawijaya University, Malang, East of Java, Indonesia
Jl. Mayjen Haryono No.167, Telp. 0341-553286, 587710, 587711, Fax. 0341-551430 Malang 65145
Email : goparipung@yahoo.com

ABSTRACT
The Efect of fertilizer in land agriculture has become decreasing water quality that couse Eutrophication. Analysis Method that used is analysis model with AVSWAT 2000, at characteristic of study area are : 237.312 km2 catchment area of Selorejo Dam, simulation devide in 62 subwatershed area cacthment, including : Forest 0.395 %, mix-dry field 0.128 %, Rice Field 0.214 %, dry land 0.154 %, Urban 0.088 %, lake  0.021 %. The result show that the power river concerning to load polutant is calss III,that value is minimaly for categoried on good water quality . The result of simulation model 2003-2005 has become decreasing lake water quality, 18.5 % dan 23.5 %, total N (Mesotrophic)and Total P (Eutrophic). Meanwhile, the alteration of landuse in 2010 latters couses increasing load pollutant in lake of Selorejo DAM. The deviation of Model AVSWAT 2000, concerning to discarge model and measurement, R2 value is 0.9303, significance level ≤10, concerning to load polutant, R2 value is 0.907, significance level ≤10. The result of models are nonhomogeneous form time by time but homogeneous form space model and measurement.
Keywords : power river, Mesotrophic, Eutrophic

4 Okt 2012

RENUNGAN HATI

RENUNGAN HATI DANAU TAMBLINGAN

Danau Tamblingan adalah sebuah danau yang terletak di lereng sebelah utara Gunung Lesung, kawasan Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali. Danau Tamblingan bukan merupakan kawasan wisata layaknya Beratan namun lokasi ini merupakan kawasan religi, dengan situasi alam yang memiliki kekuatan spiritual religi batin tersendiri.


 Saat ini Danau Tamblingan mengalami bencana luapan banjir hinga pemukiman bahkan bangunan Pura menjadi tenggelam oleh genangan Danau Tamblingan yang kian tahun semakin meninggi.

Menurut informasi sebenarnya kondisi saat ini menyebabkan banyak pura-pura tua yang tenggelam dibawah permukaan air, saat ini pura-pura tersebut tinggal lah cerita dari penduduk setempat.

Kondisi Fisik Danau Tamblingan
Danau Tamblingan merupakan cekungan alam, yang terbentuk dari bentukan kaldera besar. Danau ini tidak memiliki system outlet seperti kedua danau kembar lainnya (Beratan dan Buyan), karena :

12 Jun 2012

DANAU TAMBLINGAN BULELENG PROPINSI BALI




Danau Tamblingan adalah sebuah danau yang terletak di lereng sebelah utara Gunung Lesung, kawasan Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali. Danau ini merupakan satu dari tiga danau kembar yang terbentuk di dalam sebuah kaldera besar

Danau Tamblingan merupakan wilayah bagian hulu dari DAS Saba yang mengalir kea rah muara bagian utara Propinsi Bali.
 
Sebagai salah satu objek wisata alam, Danau Tamblingan tidak dikembangkan ke arah pariwisata modern demi menjaga kelestarian alam dan lingkungannya. Yang menjadi daya tarik utama tempat ini bukan hanya pesona alamnya

Namun saat ini danau tamblingan mengalami banjir, yakni luapan volume tampungan Danau menggenangi area pemukiman yang ada bahkan bangunan pura yang ada saat ini tenggelam.

23 Mei 2012

MATERI APLIKASI PEMODELAN HIDROLOGI GIS AVSWAT 2000 UNTUK BIDANG SIPIL PENGAIRAN DAN PERTANIAN

Berikut Beberapa Isi dari Materi Buku Amartha Groups yang ingin segera di terbitkan
semoga dapat terwujud dan lancar

Pengantar
Puji dan syukur saya panjatkan hanya kepada Allah SWT, dan terimakasih saya ucapkan kepada kedua orang tua tercinta, Universitas Brawijaya sebagai tempat mengenyam pendidikan dan ilmu pengetahuan yang sudah saya dapatkan, dan guru guru semua yang mendidik saya mulai kanak kanak hingga mendapat kesempatan mengenyam dunia pendidikan hingga jenjang S2.
Berdasar pengalaman yang saya dapatkan dalam menempuh proses pendidikan selama ini, saya merasa begitu cepat dan hebat perkembangan teknologi di seluruh dunia, demikian juga perkembangan di dunia pendidikan khususnya perkuliahan. Salah satu pengalaman yang pernah saya geluti dimasa kuliah S1 dan S2, adalah mengenyam bidang Pemodelan Hidrologi berbasis GIS yaitu AVSWAT 2000.
Sejalan perkembangan tersebut, sangat disadari untuk mengikutinya dibutuhkan sarana dan media  seperti media internet, Pustaka Buku, Perpustakaan, dan lain-lain. Dimana berdasarkan pengalaman saya bahwa untuk mengikuti perkembangan teknologi dan perkembangan penelitian penelitian  yang ada pada seluruh institusi pendidikan di seluruh dunia ini, dibutuhkan ketelitian dan kesabaran untuk menelusurinya, khususnya pemakaian layanan media internet. Pada kesempatan penyusunan penulisan ini adalah mewujudkan keinginan saya untuk ikut berperan dalam berbagi pengetahuan kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya mahasiswa Indonesia. Ide dan materi penulisan ini memang diperuntukkan secara khusus bagi saudara-saudara mahasiswa sarjana muda.
Secara diskriptif penulisan ini memberikan gambaran tentang berbagai terapan studi yang dapat dilakukan dengan menggunakan Aplikasi Pemodelan Hidrologi berbasis ilmu Sistem Informasi Geografis (GIS). Sehingga secara diskriptif penulisan ini memiliki ide tujuan untuk memberikan wacana kepada mahasiswa tentang keragaman judul studi yang dapat digunakan untuk penelitian dan penulisan Studi Akhir. Disamping memuat uraian secara diskriptif, penulisan ini juga dimasudkan sebagai pedoman rangkaian penggunaan Aplikasi dasar Pemodelan Hidrologi AVSWAT 2000, dimana dalam penulisan ini hanya memaparkan tentang penerapan hasil AVSWAT 2000 terhadap berbagai macam judul dan tujuan jenis studi, dan juga memaparkan data-data input yang dibutuhkan AVSWAT 2000 untuk analisa pemodelannya, dengan harapan lain bahwa dikemudian hari terwujud penyediaan data data yang lebih bagus dan akurat yang dikembangkan oleh civita akademis Indonesia yang berkembang lebih lanjut kepada Intitusi Pemerintah dan Swasta di Indonesia.
Semoga penyusunan penulisan ini bermanfaat bagi semua akademisi khususnya sadara-saudara mahasiswa sarjana muda, terimakasih atas saran saran yang saya terima dan mohon maaf atas kekurangan yang saya sadari dalam penyusunanan tulisan ini.
Umum
Penulisan pada Bab ini adalah memaparkan tentang aplikasi hasil dan analisa yang dapat diterapkan untuk berbagai macam judul studi dengan menggunakan simulasi pemodelan hidrologi AVSWAT 2000. Kekhususan bidang yang akan dibahas dalam penyusunan penulisan ini adalah untuk Bidang Sipil Pengairan dan Pertanian.
Berbagai keahlian yang dapat diterapkan untuk masing-masing bidang tersebut diatas adalah seperti berikut :
Bidang Sipil Pengairan
1.       Keahlian Hidrologi
2.       Keahlian Kualitas Air
3.       Keahlian Managemen Pengelolaan DAS
4.       Keahlian Perencanaan Irigasi
Bidang Pertanian
1.       Tanah
2.       Air dan Tanaman
3.       Konservasi Lahan

ROAD SUMBAWA

Bulan Januari team Amartha melakukan road to sumbawa dompu dan bima. Perjalanan ini adalah untuk melakukan Ritial Bendungan,diantaranya adal...